Ke Dokter, Maksimalkan !
Pergi ke dokter bukanlah sebuah kegiatan yang menyenangkan atau membanggakan. Tentunya karena dokter dan pasien seringkali diidentikan dengan kelainan dalam fisik atau mental manusia. Sayangnya, tidak sedikit orang yang sudah menyediakan waktu dan tentunya juga ‘biaya’ untuk pergi ke dokter, tapi tidak bisa memanfaatkan sepenuhnya hadirnya seorang dokter dihadapannya. Tidak sedikit yang tidak tahu, sakit apa dia sebenarnya, padahal 5 menit yang lalu dia di hadapan dokter spesialis.
Tanya !!
ya..pepatah “malu bertanya, sesat di jalan” akan sangat sering digunakan dalam hubungan dokter pasien. Jangan malu untuk bertanya pada dokter mengenain kondisi Anda karena itu adalah hak Anda. Jangan malu saat bertanya jika tidak memahami apa yang dikatakan atau ditanyakan dokter. Percayalah, dia ingin Anda mengerti. Percayalah, dokter akan bahagia melihat senyum pasiennya. Bukankah sulit, tersenyum sementara dalam otak bertaburan ribuan kegalauan dan pertanyaan?
Demi tercapainya hubungan dokter dan pasien yang berkualitas, komunikasi efektif mutlak diperlukan. Dokter paham pasien, pasien paham dokter. Tidak usah ragu untuk memastikan apakah jawaban Anda sesuai dengan kemauan dokter. Tanpa itu, komunikasi mungkin hanya menjadi percakapan yang ambigu.
Ada kalanya, karena kebiasaan, dokter akan memberikan keterangan pada Anda dengan menggunakan bahasa latin. Memang, untuk orang orang di dunia kesehatan, hal tersebut akan mempermudah komunikasi dan penamaan. Namun, bagi masyarakat awam, bahasa latin terkadang aneh sama sekali. Anda tidak akan tampak bodoh jika menanyakan hal tersebut. Anda justru bisa merasa bodoh jika diam saja tanpa mencari tahu jawabannya.
Jujur
Tanpa kejujuran, pertemuan Anda dengan dokter hanya akan percuma belaka. Pastikan Anda memberikan informasi setepat dan seakurat mungkin. Penegakan diagnosis yang tepat dapat dilakukan jika informasi yang didapatkan juga akurat. Akan sangat menyusahkan jika Anda hanya diam saja atau sebaliknya, bicara tanpa henti. Cobalah diperkirakan, akan ke arah mana, dokter akan bertanya pada Anda. Ceritakan apa yang Anda rasakan dan jangan alihkan perhatian. Tidak usah malu karena dokter sudah terbiasa menghadapi hal-hal yang mungkin Anda anggap ‘aneh’. Dokter merupakan seorang penjaga rahasia yang baik. Mereka telah disumpah untuk menjaga segala informasi mengenai Anda. Bahkan untuk memberitahukan pada keluarga, Anda lah yang berhak menentukan boleh tidaknya.
Jiwa dan Mental
Kesehatan dan kedokteran merupakan ilmu yang menyeluruh, tidak hanya memandang aspek fisik belaka. Pembinaan fisik memang penting, tapi mental juga sangat menentukan. Jangan sungkan untuk bercerita mengenai apa yang saat itu menjadi beban bagi Anda. Bisa jadi itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus ke dokter (sakit). Selain itu, apa yang Anda rasakan dalam fisik maupun mental akan sangat membantu dokter untuk memberikan terapi terbaik yang membuat Anda merasa lebih nyaman menjalani pengobatan. Bukankah lebih baik jika tidak ada beban saat terapi dilakukan.
Memang, dokter yang baik biasanya akan menanyakan aspek-aspek psikososial pada Anda sehingga Anda tidak perlu memulai untuk menceritakannya. Namun, ada kalanya dokter kurang memperhatikannya karena kondisi Anda yang tampak normal dari luar. Jika demikian, tidak ada salahnya Anda meminta izin untuk menceritakan keluhan atau beban Anda.
Pilih Terapi Anda
Salah satu yang menjadi hak terbesar Anda saat berkonsultasi dengan dokter adalah memilih terapi yang paling tepat. Pengobatan bisa menjadi suatu hal yang kompleks dan bervariasi. Dengan kemajuan teknologi dan penelitian di bidang kesehatan, telah ditemukan terapi-terapi dengan karakteristik keuntungan dan kerugiaan yang mungkin berbeda satu sama lain. Pertimbangan yang digunakan meliputi aspek sosial (keluarga, pekerjaan, atau hal lain terkait) sampai hal biaya. Jika Anda tidak tahu karaketistik terapi dihubungkan dengan kehidupan Anda, lagi-lagi jangan lupa untuk bertanya. Dengan begitu, Anda akan memperoleh opini yang membantu Anda menentukan keputusan. Namun, tidak semua jenis terapi atau pengobatan, Anda yang pilih. Dokter seringkali sudah bisa menentukan terapi terbaik untuk Anda dari apa yang Anda sampaikan selama konsultasi, bahasa tubuh Anda sampai penampilan Anda. Jadi, yang mungkin Anda perlu tanyakan hanyalah apa efek baik atau tujuan terapi serta efek samping bagi tubuh atau kehidupan Anda walaupun terkadang hal ini tidak perlu dilakukan pada penyakit yang dianggap ringan, seperti flu, batuk, dsb.
Obat Generik
Anda merasa bahwa biaya obat begitu mahal?? mungkin Anda perlu menanyakan pada dokter Anda apakah obat yang diresepkan merupakan obat generik. Pemerintah memang mewajibkan dokter untuk meresepkan obat generik pada pasien mereka, tapi masih terbatas untuk dokter di rumah sakit negeri. Oleh karena itu, ada kalanya dokter praktek pribadi tetap meresepkan obat paten (walau dokter di rumah sakit juga kadang masih meresepkan obat paten). Secara garis besar, tidak ada perbedaan berarti antara obat paten dan generik. Anda bisa menanyakan mengapa obat generik tidak diberikan supaya Anda bisa lebih tenang. Terkadang ada pasien yang diam saja saat dokter meresepkan obat paten, tapi di luar klinik merasa kurang enak (karena mahal). Percayalah, dokter yang mematuhi sumpahnya pasti akan memberikan yang terbaik untuk pasiennya. Beberapa obat paten mungkin memiliki efek yang dianggap lebih baik, lebih terpercaya atau lebih cocok untuk Anda. Tentu saja, Anda pasti akan merasa lebih tenang jika mengetahui ‘hal baik’ apa yang diberikan dokter dan bukannya hanya mengira saja.
semoga bermanfaat

