Nyeri Dada pada Sindrom Koroner Akut

Artikel ini sudah dibaca 27550 kali!

Nyeri dikatakan sebagai suatu sensasi yang tidak menyenangkan dan melibatkan pengalaman emosional akibat adanya stimuli yang mungkin atau sudah menyebabkan kerusakan jaringan (keadaan iskemia). Nyeri akan diterima oleh nociceptor lalu dihantarkan melalui dua jenis serat aferen yang A delta yang cepat karena bermielin dan C yang tidak bermielin. Dari perbedaan serat saraf itu, nyeri dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu nyeri cepat dan lambat.1,2

Nociceptor ada empat jenis yaitu mekanik, termal, kimia, dan polimodal. Nociceptor mekanis peka terhadap tekanan yang kuat. Nociceptor suhu teraktivasi jika temperatur di bawah 45 derajat atau di atas 80 derajat. Nociceptor kimia merespon berbaai agen seperi bradikinin, asam, dan iritan. Terakhir, nociceptor dapat merespon kombinasi dari ketiga stimuli tersebut.

Nyeri Viseral

Nyeri yang tidak terlokalisir, tidak nyaman, dan diasosiasikan dengan mual dan gejala otonom. Nyeri viseral biasanya beralih ke area lain.

Sistem autonom, seperti somatic, memiliki komponen aferen, pusat integrasi, dan jalur efektor. Reseptor nyeri dan modalitis sensor lainnya ada di permukaan visera, mirip seperti di kulit. Serat aferen dari viseral mencapai CNS via saraf simpatif dan parasimpatis. Badan cel keduanya terletak di akar dorsal dan nervus kranial ganglia (III,VII,IX,X).

Nyeri viseral bisa menjadi sangat menyakitkan. Reseptor nyeri viseral paling peka terhadap adanya distensi. Keadaan ini sering terjadi di salurang gastrointestinal. Pada nyeri viseral akibat inflammasi, stimuli minor saja sudah menyebabkan nyeri berat. Keadaan ini mungkin bentuk dari hiperalgesia.

Nyeri alih

Iritasi dari organ viseral sering menghasilkan nyeri yang tidak hanya dirasakan di sekitar organ saj, tetapi juga struktur somatil yang jauh. Inilah yang disebut nyeri alih. Nyeri kardia biasanya beralih ke aspek dalam lengan kiri, lengan kanan, abdomen, punggung, dan leher.
Nyeri alih terjadi karena memiliki dermatome yang sama dengan struktur yang mengalami iritasi. Nyeri alih yang bersifat kontralateral terjadi karena lamina VII medulla menerima jaras aferen somatik dan viseral dari kedua sisi tubuh. Otak tidak dapat membedakan asal nyeri apakah dari viseral atau somatik karena aferen viseral juga mengaktivasi neuron orde kedua nociceptor somatik.

Iskemia sebagai salah satu penyebab nyeri. Ketika aliran darah diblok, suatu organ bisa menjadi sangat menyakitkan dalam beberapa menit. Makin besar metabolisme organ tersebut, maka makin parah nyeri yang bisa ditimbulkan. Salah satu penyebab nyeri yang timbul akibat iskemia adalah akumulasi asam laktat pada jaringan akibat peningkatan metabolisme anaerob. Nyeri juga bisa timbul akibat agen kimia lainnya seperti bradikinin dan enzim proteolitik yang terbentuk akibat kerusakan sel.

Angina pektoris3
Angina pektoris adalah nyeri pada dada. Nyeri ini pertama kali diidentifikasi oleh Heberden tahun 1772. Pada jantung normal, selama keadaan stress , laktat dan metabolit lainnya biasanya diproduksi. Kerja kardiorespiratori yang berat biasanya diputuskan oleh munculnya berbagai sensasi tidak nyaman seperti lelah, sesak napas, dan otot yang tegang yang diinduksi oleh metabolit tadi sehingga kita akan berhenti melakukan latihan. Akibat adanya sensasi ini, kita tidak akan merasakan nyeri pada jantung walau saat latihan berat.

Sebaliknya, pada pasien dengan penyakit koroner akan merasakan sesak atau nyeri pada dada saat latihan. Nyeri ini biasanya muncul di area atas substernal dan bisa menjalar ke lengan, leher, tenggorokan, dan rahang bawah. Sensasi nyeri ini bisa terjadi sebelum penderita itu merasa lelah akibat latihan.

Pada jantung yang iskemik, nyeri anginal ditransmisikan ke CNS lewat jaras sensorik. Sejumlah substansi seperti potassium, laktat, adenosisn, bradikinin, dan prostaglandin dilepaskan oleh regio iskemik di jantung. Substansi ini mensensitisasi dan mengeksitasi ujung saraf sensori di jantung.

Angina pectoris memiliki tiga karakteristik klinis :
• Informasi nociceptive dari jantung biasanya juga beralih ke struktur somatik
• Nyerinya hanya beralih ke struktur di sekitarr atau di atas jantung, tidak ke ekstremitas yang jauh
• Nyeri biasanya dalam dan sakit sekali, dan tidak superfisial.

Inervasi Simpatis di Jantung3
Jantung dan arteri koronaria diinervasi oleh serat aferen simpatik. Aferen simpatik ini memilii badan sel di akar dorsal segmen T2 – T6. Sel ganglion akar dorsal memiliki aksos yang mask ke kornu posterior dan berakhir di segmen spinal yang sama atau akson berjalan turun/naik sebelum berakhir di substansi abu. Aferen simpatik hanya berjumlah sekitar 2% dari jumlah total aferen yang masuk ke korda spinal. Karena jumlahnya yang sedikit dan organnisasinya yang difus, angina pektoris sulit untuk dilokalisasi dengan tepat.

Stimulasi aferen simpatis oleh substansi yang dilepas jantung selama iskemia akan mengeksitasi neuron traktus spinotalamikus di segmen T1 – T5. Traktus ini juga menerima ageren somatis dari dada dan lengan. Konvergensi input simpatis dan somatis ini di traktus spinotalamikus dapat menjelaskan mengapa angina pektoris dapat menyebar ke struktur somatik.

Inervasi vagal pada jantung3

Saraf vagus tampaknya memediasi beberapa aspek di nyeri anginal. Pada pasien yang mengalami pembedahan saraf simpatis untuk mengatasi angina pektoris sering tetap merasakan nyeri di bagian leher dan dagu. Oleh karena itu, timbul dugaan bahwa aferen vagus terlibat dalam transmisi informasi nociceptif dari korda spinalis. Penelitian menunjukkan bahwa informasi nociceptive vagal mungkin berkonvergen ke traktus spinotalamikus di segmen servikal, C1 dan C2, yang menerima informasi somatik dari leher dan rahang. Proyeksi aferen vagal di segmen cervical atas mungkin berakhir pada NTS atau korda spinalis. Proyeksi lainnya mungkin melalui regio parabrachial dan subcoeruleus di dorsolateral pons, karena stmulasi vagal biasanya mengeksitasi neuron di region ini.

Jalur ascending lainnya3

Nyeri kardia juga melibatkan jaras lainnya selain traktus spinotalamikus. Jaras lainnya yang paling umum yaitu traktus spinoretikular. Neuron spinoretikular serupa dengan neuron spinotalamikus dalam merespon substansi kimia berbahaya. Proyeksi traktus spinoretikular ini terlibat dalam transmisi ke otak sehingga otak dapat menginterpretasi stimulus nyeri ini sebagai angina pektoris.

Jalur lainnya adalah traktus spinobrachial, yang berproyeksi ke regio parabrachial di pons. Neuron dari regio lateral parabrachial berproyeksi ke amygdala dan hipotalamus (nukleus ventromedial dan retrokiasmatik) Struktur ini sepertinya penting dalam melibatkan respon emosi terhadap angina pektoris.

Beberapa jaras lainnya yang dapat menyampaikan informasi dari jantung termasuk spinomesensefalik, spinosolitari, dan spinohipotalamik. Jaras – jaras ini hanya memiliki keterlibatan kecil dalam sensasi angina pektoris.

Thalamus and Cerebral Cortex3
Thalamus lateral yang menerima informasi dari jantung via traktus spinotalamikus terdiri dari nukleus ventroposterolateral, ventroposteromedial, dan ventroposteroinferior. Akson dari thalamus kemudian berproyeksi ke korteks somatosensori primer dan mungkin ke korteks sensori sekunder juga. Di korteks ini informasi akan dideterminasi.
Informasi somatik dan kardia juga berproyeksi nukelus intralaminar via traktur spinothalamicus dan spinoreticular. Informasi yang masuk ke nuklei ini diproyeksikan di korteksi asosiasi seperti korteks insular, amygdala, dan girus singulata. Nuklei ini mungkin berkontribusi dalam keterlibatan komponen emosional dari nyeri termasuk adaptasi autonom.

Mual dan Muntah3
Angina pektoris biasanya disertai dengan rasa mual dan kadang muntah. Mekanisme hubungan keduanya masih belum jelas hingga sekarang.
Kemungkinan refleks mual dan muntah itu terjadi karena adanya jaras simpatis yang yang berproyeksi ke pusat vomiting di medulla. Pusat muntah di medulla dinamakan CTZ (Chemoreceptor Trigger Zone).

 

onewshinee

be the best from the best