Perkembangan Bahasa dan Bicara Bayi Dimulai Sejak Janin

Artikel ini sudah dibaca 12571 kali!

Periode paling intensif berbicara dan perkembangan bahasa adalah selama 3 tahun pertama kehidupan, saat otak sedang berkembang dan matang. Anak-anak yang tidak terkena bahasa selama periode kritis ini mungkin mengalami kesulitan belajar bahasa kemudian. 1

Bicara (speech) dan bahasa(language)merupakan hal yang sedikit berbeda. Bicara adalah ekspresi verbal-bahasa. Bicara dihasilkan oleh tindakan terkoordinasi otot tepat di kepala, leher, dada dan perut. Bahasa jauh lebih luas dan mengacu pada seluruh sistem yang kita menyatakan dan menerima informasi dengan cara yang bermakna. Bahasa termasuk pidato, menulis, menandatangani atau bahkan menunjuk. 1

Rahim

Bahkan dari dalam rahim, bayi berusaha untuk berkomunikasi. Sebuah tendangan saat ada gosokan perut, adalah bentuk awal komunikasi. Kesadaran berbicara suara juga berkembang saat ini. Memperkenalkan berbagai jenis suara atau pembicaraan merupakan cara yang tepat untuk mempromosikan bahasa pada anak. Dengan membaca cerita, bernyanyi, dan bahkan berbicara kepada bayi, orangtua dapat membantu untuk mempromosikan mengembangkan kemampuan bahasa. 2

4 Bulan Pertama
Dari lahir sampai sekitar usia 4 bulan, komunikasi terutama terdiri dari menangis refleksif untuk mengungkapkan perasaan. Pada titik ini, sangat penting untuk terus berbicara dengan bayi maupun dengan menanggapi tangisannya. Mirroring suara dan kata-kata awal, menanggapi komunikasi, dan menjawab tangisannya adalah cara-cara untuk mulai bayi di jalan untuk bicara. Menanggapi saat bayi menangis merupakan suatu langkah yang menunjukan bahwa kita memahami apa maksud dari bayi.

Tahap selanjutnya dari komunikasi adalah apa yang telah disebut sebagai babbling. Babbling mungkin sporadis pada awalnya. Namun, dengan waktu dan latihan, sebagian besar bayi datang untuk menyukai suara-suara mereka sendiri dan akan berlatih menggunakan pita suara mereka.3

4-6 Bulan
Pada usia 4 sampai 6 bulan bayi mulai membuat lebih banyak suara. Sebelum berbicara kata-kata, bayi akan berlatih suara, intonasi dan irama bahasa. Bayi sangat jeli. Mereka mendengarkan untuk perubahan pitch, nada dan ekspresi wajah menonton. Melalui interaksi dengan pengasuh dan anggota lain dari komunitas mereka dan lingkungan, bayi belajar kemampuan bahasa awal. Sebagian besar ini berhubungan dengan cara pengasuh bereaksi dan menanggapi upaya komunikasi bayi. Pengasuh bayi sebaiknya terlibat dalam percakapan dan rutinitas seperti salam dan tanya-jawab dari lahir, dengan secara langsung berbicara dengan bayi sehingga ia akan mengerti. Tentunya dengan bahasa yang sederhana. 2,3

Pada waktu bayi berumur 6 bulan, mereka sudah mengenali suara dasar bahasa asli mereka. Diusia tersebut, bayi biasanya mengoceh atau menghasilkan suku kata berulang-ulang seperti “ba-ba-ba” atau “da-da-da” mengoceh segera berubah menjadi jenis bicara omong kosong yang sering memiliki nada dan ritme. Bicara, tetapi tidak mengandung kata-kata yang nyata. Pada akhir tahun pertama mereka, kebanyakan anak bisa mengucapkan kata-kata sederhana.

14-20 Bulan

Sekitar usia 14-20 bulan, anak biasanya akan mengatakan perkataan yang sebenarnya. Mereka mulai dengan kata-kata sederhana yang sering mereka dengar, seperti “mama” atau “papa”. Kata-kata akhirnya berubah menjadi frasa dua-kata, yang merupakan langkah berikutnya dalam perjalanan percakapan.  Ungkapan dua kata mulai muncul pada usia 2 tahun. Pada titik ini, bayi harus memiliki sekitar 50 kata dalam kosa katanya. Ketika seorang anak dapat menghubungkan dua kata bersama-sama, hal itu menunjukkan pemahaman tentang kedua kata dan konten. 1,2,4

Anak akan mengembangkan kemampuan bicaranya dengan meniru dari percakapan orang-orang yang ada di sekitarnya. Pada usia 18 bulan, anak sudah bisa ikut bicara -dengan meniru- saat ada orang lain yang bercakap-cakap. Nada dan volume suara akan terus berkembang. Kosa kata yang masih terbatas menyebabkan anak menggunakan kombinasi kata yang sederhana ditambah dengan bahasa tubuh untuk menyampaikan maksudnya.

Pada tahap ini, memuji apa yang benar dari anak lebih dianjurkan daripada berusaha memperbaiki ‘kesalahan’ anak. Misalnya, jika anak mengatakan, ‘’Aku ingin kupuk”, ibu bisa menimpali dengan, “Oh, ini kerupuknya”. Hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan diri sang anak.4

1 National Institut of Health. Is Baby Babbling on Schedule?
Milestones in Speech and Language. Diunduh dari http://newsinhealth.nih.gov/2007/September/docs/01features_01.htm. Diakses 8 September 2010

2Chasse JD. Baby Talk: Infant language development starts in the womb. Diunduh dari http://babyparenting.about.com/od/childdevelopment/a/babytalk.htm. Diakses 8 September 2010.

3 Mamas Health. Babby Babble. Diunduh dari http://www.mamashealth.com/child/babble.asp. Diakses 8 September 2010.

4 Sullivan D. Your 18-month-old’s language and cognitive development: Speaking loud and clear. Diunduh dari http://www.babycenter.com/0_your-18-month-olds-language-and-cognitive-development-speaki_1213794.bc. Diakses 8 September 2010.

 

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.