Artikel ini sudah dibaca 5553 kali!

Pingsan

Pingsan merupakan kondisi saat suplai oksigen dan zat makanan ke otak tidak adekuat. Akibatnya, dapat terjadi kehilangan kesadaran yang mendadak dalam waktu singkat. Oksigen dan zat makanan diedarkan ke seluruh tubuh, termasuk ke otak, melalui peredaran darah. Maka tidak heran jika mekanisme-mekanisme penyebab pingsan erat kaitannya dengan jantung dan peredaran darah.

Gangguan irama jantung

Orang yang memiliki irama jantung tidak normal, bisa mengalami pingsan saat melakukan aktivitas. Kebutuhan oksigen saat itu meningkat tiba-tiba, sementara jantung tidak mampu meningkatkan curah jantung dengan baik. Ini disebut sinkop eksersional.Pingsan yang terjadi umumnya tiba-tiba dan pulih secara tiba-tiba juga.

Aktivitas berat

Pingsan juga bisa dapat terjadi setelah seseorang melakukan aktivitas berat, bukan hanya saat dia sedang melakukannya. Hal ini bisa terjadi jika setelah aktivitas dihentikan, pembuluh darah dari otot-otot tetap melebar untuk membuang sampah metabolik padahal denyut jantung sudah menurun. Berarti curah jantung turun sementara kapasitas pembuluh darah meningkat. Akibatnya, tekanan darah dapat turun dan mengakibatkan pingsan. Namun, kadang penderita akan mengalami jantung berdebar (palpitasi)terlebih dahulu sebelum pingsan.

Penurunan volume darah

Perdarahan maupun dehidrasi yang berat merupakan faktor yang seringkali dijumpai untuk mekanisme ini. Bisa juga karena seseorang mengalami anemia sehingga oksigen yang diangkut tidak memadai.

Sinyal dari bagian tubuh lain

Beberapa sinyal seperti rasa nyeri, ketakutan maupun kaget bisa menyebabkan pingsan. Pada kram usus, ada sinyal yang dikirimkan melalui saraf vagus ke jantung yang akan menyebabkan perlambatan denyut jantung. Oleh karena itu, ini disebut juga sinkop vasomotor atau sinkop vasovaga.

Mengedan

Bahkan batuk pun sebenarnya bisa menyebabkan seseorang mengalami pingsan. Tentunya, jika gejalanya berat. Jumlah darah yang mengalir kembali ke jantung bisa berkurang selama mengedan. Selain itu, berkemih berlebihan juga bisa menjadi contoh lain dari pingsan akibat mengedan ini.

Kadar gula dan karbondioksida

Kadar gula maupun karbondioksida yang terlalu rendah (hipokapni) juga bisa menyebabkan seseorang pingsan. Jika seseorang bernafas terlalu cepat (hiperventilasi), kadar karbondioksida yang dibuang akan semakin banyak sehingga kadar dalam darah turun. Pingsan akibat hipokapni, seringkali didahului perasaan tertusuk jarum dan rasa tidak nyaman di dada.

Berdiri terlalu lama

Saat seseorang berdiri terlalu lama, terutama pada cuaca yang panas, otot kaki tidak digunakan sehingga dorongan darah ke arah jantung tidak ada. Akibatnya, darah terkumpul di pembuluh balik tungkai dan tekanan darah turun.

 

disusun oleh Johny Bayu Fitantra

Bergabunglah bersama Medicinesia untuk dapatkan artikel-artikel terbaru kami!
Tagged on: