Trauma Biomekanik

Artikel ini sudah dibaca 17905 kali!

Untuk menentukan mekanisme kejadian, pemahaman tentang Biomekanika Trauma sangat dibutuhkan Biomekanika trauma adalah ilmu yang mepelajari kejadian cedera pada suatu jenis kecelakaan tertentu. Keterangan yang jelas mengenai kecelakaan yang terjadi membuat kita dapat menemukan jenis perlukaan yang terjadi.

1. Biomekanika trauma pada kecelakaan mobil
Trauma pada kecelakaan mobil dapat disebabkan karena :
a. Benturan antara penderita dengan kendaraan, atau benturan antara penderita dengan benda lain di luar kendaraan jika terlempar keluar.
b. Benturan antara organ dalam tubuh penderita

1.1 Benturan pengemudi/penumpang
Tabrakan mobil dapat terjadi dengan cara :
• Dari muka (frontal)
• Dari samping
• Dari belakang
• Terbalik

Pada suatu benturan dari muka dengan penderita tanpa sabuk pengaman akan ada beberapa fase :
a. Fase 1 : Bagian bawah penderita tergeser ke depan. Biasanya lutut akan menghantam dashboard.
b. Fase 2 : Bagian atas penderita turut bergeser ke depan. Dapat terjadi perlukaan pada daerah dada dan perut karena benturan dengan setir.
c. Fase 3 : Tubuh penderita akan naik lalu kepala akan membentur jendela atau tepi jendela. Hati – hati kemungkinan adanya patah leher.
d. Fase 4 : Penderita akan kembali duduk. Hati – hati kemungkinan adanya patah leher terutama pada kursi yang tidak memiliki senderan kepala. Kemungkinan yang lebih buruk ialah jika penderita terlempar keluar.
Pada benturan dari samping kemungkinan cedera yang terjadi hampir sama dengan benturan yang terjadi dari arah muka. Pada benturan dari arah belakang dapat terjadi cedera pecut (whiplash injury) pada leher terutama pada kursi yang tidak ada sandaran kepala. Pada mobil yang terbalik dapat terjadi berbagai macam cedera. Cedera yang terjadi lebih hebat jika penderita tidak menggunakan sabuk pengaman.

1.2 Benturan antara organ dalam.
Perlukaan organ dalam dapat terjadi melalui mekanisme :
a. Trauma Kompresi
Trauma kompresi terjadi jika bagian muka dari badan berhenti bergerak ke depan sedangkan bagian dalam tubuh tetap bergerak ke depan. Organ – organ dalam tubuh terjepit dari belakang oleh bagian belakang tubuh dam di depan oleh struktur tubuh yang terjepit. Contoh dari trauma kompresi ialah perdarahan jaringan otak, robekan jaringan otak, robekan paru, robekan hati.
b. Trauma Deselerasi
Trauma deselerasi terjadi bila organ dalam tetap melaju ke depan dan robek dari ikatan yang mengikatnya pada tubuh bagian belakang. Contoh trauma deselerasi ialah gumpalan darah dalam kepala, patah tulang leher.

Alat pelindung pada mobil :
a. Sabuk pengaman.
Sabuk pengaman sudah terbukti dapat menghindari penumpang mobil dari cedera atau kematian. Sebagai contoh jika kita mengendarai mobil dengan kecepatan agak tinggi (60km/jam) dan mengalami bentuan dari muka, maka jika kita tidak menggunakan sabuk pengaman, kita akan menghantam kaca depan dengan kecepatan yang setara dengan jatuh dari lantai 3 sebuah gedung bertingkat.
Walaupun dengan sabuk pengaman kita dapat mencegah kematian, dalam kecepatan yang tinggi (>60km/jam) dan mengalami benturan dari muka maka masih dapat terjadi patah tulang (selangka, iga)
Pemakaian sabuk pengaman harus secara benar, karena pemakaian yang tidak benar dapat menyebabkan cedera, terutama pada kecepatan tinggi. Sabuk pengaman yang umum dipakai ialah tipe 3 titik yaitu bahu 1 titik, kedua perut bagian bawah 2 titik. Pemakaian sabuk pengaman yang tepat ialah melewati di bagian perut paling bawah.
b. Senderan kepala
Pemakaian senderan kepala sangat baik untuk mencegah cedera karena tabrakan dari belakang maupun pada fase terakhir benturan dari muka. Pemakaian yang tepat ialah di belakang kepala.
c. Airbag.
Airbag merupakan suatu alat yang berupa kantung udara yang ditempatkan pada pusat kemudi, dan akan mengembang apabila ada benturan dari muka. Airbag yang terkembang dapat juga mengakibatkan perlukaan seperti patah lengan bawah, perlukaan mata karena kaca mata.

2. Biomekanika trauma pada pejalan kaki
Trauma pada pejalan kaki yang ditabrak oleh mobil terbagi atas 3 fase, yaitu :
• Fase 1 : Benturan dengan bemper. Pada fase ini biasanya akan terjadi benturan dengan tungkai dan pelvis. Trauma lutut sering terjadi pada fase pertama ini.
• Fase 2 : Benturan kaca depan mobil dan tutup mesin. Trauma pada dada dan kepala dapat terjadi karena penderita terangkat ke atas mobil.
• Fase 3 : Benturan dengan tanah. Trauma kepala dan tulang belakang dapat terjadi. Jangan lupa dapat pula terjadi trauma pada bagian dalam tubuh.

3. Biomekanika trauma pada pengendara motor
Ada 3 cara yang sering terjadi pada kecelakaan motor.
a. Benturan dari depan. Pengemudi akan terbentur ke depan. Kedua tungkai akan mengenai setang kemudi yang dapat menyebabkan patah tulang paha atau tulang tungkai bawah. Setelah itu pengemudi akan terlempar ke tanah dengan cedera yang beragam.
b. Benturan dari samping. Cedera yang pertama terjadi ialah kaki, setelah itu pengemudi akan terpental dan menyebabkan cedera yang beragam.
c. Sliding down the bike / bergeser. Pada saat benturan akan terjadi, pengemudi ddengan sengaja atau tidak sengaja menekan motornya ke bawah, sehingga motornya akan melesat dan pengemudinya di bagian belakang. Cedera yang terjadi dapat ringan namun pada jaringan lunak dapat terjadi cedera yang lebih parah.

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.