Ancaman Kejadian Mikrosefali pada Fetus dengan Ibu Terinfeksi Virus Zika

Artikel ini sudah dibaca 4172 kali!

dr. Johny Bayu Fitantra

Artikel Asli: Mlakar J, Korva M, Tul N, Popovic M, Poljšak-Prijatelj M, Mraz J, dkk. Zika Virus Associated with Microcephaly. The New England Journal of Medicine. 2016; doi: 10.1056/NEJMoa1600651

Epidemi virus Zika menyebar luas di Amerika Tengah, Amerika Selatan dan Karibia. Salah satu hal yang dikhawatirkan adalah adanya kaitan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefali pada bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi Zika. Sebuah laporan kasus dari Departmen of Perinatology di University Medical Center, Ljubljana, Slovenia menunjukan adanya hubungan antara infeksi Zika saat hamil dengan mikrosefali pada neonatus.

Seorang wanita, usia 25 tahun, sejak Desember 2013 bekerja sebagai relawan di Natal, sebuah kota di Brazil. Pada akhir Februari 2015, dia hamil. Pada usia gestasi 13 minggu, wanita tersebut mengalami gejala demam tinggi yang diikuti dengan nyeri muskuloskeletal dan retroorbita serta rasa gatal dan maculopapular rash generalisata. Mengingat adanya epidemi virus Zika di lingkungannya, dicurigai bahwa wanita tersebut menunjukan gejala yang disebabkan oleh virus Zika. Namun, tidak dilakukan pemeriksaan diagnostik virologis saat itu. Pada pemeriksaan USG pada usia kehamilan 14 dan 20 minggu didapatkan pertumbuhan dan anatomi janin normal.

Pada usia kehamilan 29 minggu, wanita tersebut kembali ke Eropa. Setelah dilakukan pemeriksaan USG ulang, didapatkan tanda awal adanya anomali pada fetus sehingga dirujuk ke departemen perinatologi. Selain itu, wanita tersebut menyadari adanya penurunan gerakan janin.

Pemeriksaan USG dilakukan kembali pada usia kehamilan 32 minggu. Dikonfirmasi bahwa terdapat tanda retardasi pertumbuhan intrauterine, cairan amnion normal, ketebalan plasenta 3,5 cm (normal) dengan kalsifikasi, lingkar kepala di bawah persentil kedua (mikrosefali), ventrikulomegali moderate dan diameter transserebelar di bawah persentil kedua. Juga, tampak beberapa kalsifikasi pada berbagai bagian otak. Pada bagian tubuh fetus lain tidak ditemukan adanya abnormalitas sruktur yang kentara. Aliran darah fetus, umbilikus dan uterus normal pada pemeriksaan USG Doppler.

Setelah adanya permohonan untuk terminasi dari wanita tersebut, dilakukan autopsi fetus. Terminasi dilaksanakan pada usia kehamilan 32 minggu. Pada pemeriksaan tersebut diketahui bahwa fetus tersebut mengalami mikrosefali, dengan hampir tidak ada girus (agiria), hidrosefalus internal pada ventrikel lateral, dan kalsifikasi distrofik multifokal pada korteks dan subkorteks (substansi putih otak). Juga, terdapat pergeseran kortikal dan inflamasi fokal yang ringan.

Virus Zika ditemukan pada jaringan otak fetus melalui pemeriksaan RT PCR yang konsisten dengan penemuan virus melalui pemeriksaan mikroskop elektron.

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.