Diet Sehat, Pilar Kelola Diabetes Mellitus

Artikel ini sudah dibaca 23650 kali!

Disusun oleh Johny Bayu Fitantra, S.Ked

Dalam melakukan pengontrolan terhadap diabetes melitus, terdapat empat pilar utama yang harus diterapkan. Pilar penatalaksanaan DM terdiri dari edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani dan intervensi farmakologis. Dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai bagaimana rekomendasi gizi sebagai bagian utama dari pengelolaan DM.

Secara umum, rekomendasi diet untuk orang dengan diabetes mellitus adalah sama dengan diet orang tanpa diabetes melitus. Namun, tetap saja, diet pada saat seseorang diketahui mengalami DM tentunya akan berbeda dibanding dengan diet yang dia lakukan selama sebelum terkena DM. Tentunya, karena DM amat terkait dengan diet yang kurang tepat, besar kemungkinan bahwa penderita DM tersebut sebelumnya. menerapkan diet yang kurang tepat. Jadi sebenarnya seorang penderita DM tidak perlu merasa menderita karena makanan yang dapat dia makan dibatasi. Perlu ditanamkan bahwa diet untuk penderita DM adalah diet sehat yang diatur, bukannya diet penuh pantangan. Penderita DM dapat makan bersama dengan keluarganya.

Motivasi dari penderita DM serta kedisiplinannya amat terkait dengan dukungan dari keluarga, ahli gizi, dokter atau petugas kesehatan lainnya. Oleh karena itu, dalam memulai terapi gizi medis pada seorang penderita DM, kita tidak bisa melepas penderita DM untuk menerapkan diet sehatnya sendiri. Pemantuan dan dukungan dari pihak-pihak tersebut penting untuk dilakukan secara berkala. Prinsip dalam menerapkan keteraturan makan dalam hal jadwal, jenis dan jumlah makanan sebenarnya suatu hal yang sederhana, akan tetapi dapat menjadi sulit jika motivasi untuk melakukannya tidak pasien miliki.

Komposisi sumber kalori dari makanan yang dianjurkan untuk penderita DM terdiri dari karbohidrat sebesar 45-65%, lemak 20-25% dan protein 10-20% dari total asupan energi. Makan tiga kali sehari penting supaya karbohidrat dapat terdistribusikan secara adekuat dalam sehari. Dapat juga diberikan makanan selingan berupa buah atau makanan lain sebagai bagian dari kebutuhan kalori dalam sehari.

Sementara itu, 20-25% dari total asupan energi yang didapatkan dari lemak, perincian yang disarankan adalah lemak jenuh <7% dan lemak tidak jenuh ganda <10%. Sisanya terdiri dari lemak tidak jenuh tunggal. Daging yang berlemak dan susu penuh (whole milk) perlu dibatasi karena banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans. Konsumsi kolesterol perharinya dibatasi <200 mg/hari. Walaupun terkesan ada makanan yang sebaiknya dan  sebaiknya tidak dimakan,  tetapi perlu ditekankan bahwa rekomendasi diet ini sebenarnya juga direkomendasikan untuk orang-orang tanpa DM.

Untuk asupan protein, seafood seperti ikan, cumi, udang, dll merupakan sumber utama yang baik. Selain itu, ada juga daging tanpa lemak (lemaknya dapat singkirkan), ayam tanpa kulit, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, tahu dan tempe. Asupan protein perlu diperhatikan pada penderita DM yang sudah mengalami komplikasi ke ginjal. Jika sudah terjadi gangguan ginjal, asupan protein perlu diturunkan menjadi 0,8 g/kgBB perhari atau 10% dari kebutuhan energi.

Diabetes melitus juga amat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, terutama dalam peranannya secara independent maupun bersama-sama untuk menimbulkan komplikasi penyakit jantung. Oleh karena itu, penderita DM juga harus memperhatikan asupan garamnya. Anjurannya sama seperti anjuran untuk masyarakat umum, yaitu tidak lebih dari 3000 mg natrium atau sama dengan 6-7 gram garam dapur (1 sendok teh). Jika sudah ada hipertensi, natrium dibatasi hingga maksimal konsumsi harian menjadi 2400 mg. Selain dari garam dapur, natrium juga bisa didapatkan dari vetsin, soda, dan bahan pengawet seperti natrium benzoat dan natrium nitrit.

Sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan serta sumber karbohidrat yang kaya serat amat penting dalam mencukupi mikronutrien seperti vitamin, mineral serta dan sebagainya. Untuk serat, rekomendasi asupan perharinya adalah 25 gram/hari. Orang biasanya sering mengkonsumsi buah dalam bentuk jus. Namun, sebenarnya yang lebih disarankan adalah mengkonsumsi buah dalam bentuk utuh, bukan jus. Hal ini sebenarnya disebabkan karena seringkali pada pembuatan jus dilakukan penambahan gula yang tinggi sehingga kadar kalori yang didapatkan dari jus akan menjadi tinggi. Selain itu, gula juga memiliki indeks glikemik yang tinggi sehingga mudah memicu peningkatan kadar gula darah setelah makan. Jus juga biasanya memiliki kandungan jumlah buah yang lebih tinggi dibanding jika dimakan utuh. Satu gelas jus dapat terdiri dari 2-3 buah padahal seseorang sebenarnya dapat sudah merasa puas jika mengkonsumsi satu buah yang utuh (misal seperti apel atau jeruk). Orang menjadi tidak sadar bahwa dia sudah makan banyak.

Bagaimana melakukan penghitungan kebutuhan kalori?

Dalam menghitung kebutuhan kalori, kita perlu mengetahui bahwa angka kebutuhan kalori basal adalah sebesar 25 kalori/kgBB ideal pada wanita dan sebesar 30 kalori/kgBB ideal pada pria. Selanjutnya dilakukan penyesuaian dengan umur, aktivitas maupun berat badan saat ini.

Penghitungan berat badan ideal dapat dilakukan dengan rumus Brocca.

  • Berat badan ideal = 90% x (TB dalam cm-100) x 1 kg.
  • Jika tinggi badan pria <160 cm atau wanita <150 cm, berat badan ideal = (TB dalam cm-100) x 1 kg.

Berat badan masih terhitung normal jika dalam kisaran BB ideal ± 10%. Misal setelah dihitung, seseorang semestinya dapat memiliki berat badan ideal sebesar 50 kg, maka dia masih dianggap memiliki berat badan normal apabila berat badanya saat ini berkisar antara 50-(10%x50)=45 kg hingga 50+(10%x50)=55 kg.

Selanjutnya dilakukan penyesuaian dengan usia.

  • Usia 40-59 tahun ==> kebutuhan kalori dikurangi 5%
  • Usia 60-69 tahun ==> kebutuhan kalori dkurangi 10%
  • Usia >70 tahun ===> kebutuhan kalori dikurangi 20%

Kemudian, kita melakukan peyesuaian dengan aktivitas sehari-hari yang orang tersebut lakukan, yaitu dengan cara sebagai berikut.

  • Istirahat = tambah dengan 10% kalori basal
  • Aktivitas ringan= tambah dengan 20% kalori basal
  • Aktivitas sedang= tambah dengan 30% kalori basal
  • Aktivitas berat= tambah dengan 50% kalori basal

Penyesuain berikutnya yang perlu kita lakukan terkait dengan berat badan saat ini.

  • Bila berat badan berlebih, dikurangi 20-30% tergantung pada tingkat kegemukan
  • Bila berat badan kurang, ditambah 20-30% tergantung pada kebutuhan peningkatan BB

Jika ingin melakukan penurunan berat badan, disarankan bahwa setiap harinya tetap mengkonsumsi kalori sebesar 1000-1200 kkal untuk wanita dan sebesar 1200-1600 kkal untuk pria. Jadi, tidak diperkenankan untuk puasa tanpa makan sama sekali.

Setelah dilakukan penghitungan jumlah kalori yang dibutuhkan, asupannya dibagi menjadi 3 porsi besar, yaitu 20% pada saat sarapan, 30% saat makan siang dan 25% saat makan sore. Di antaranya dapat diberikan selingan makanan ringan dengan kandungan kalori 10-15% kebutuhan.

Diadaptasi dari Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia oleh Perkumpulan Endokrinologi Indonesia

Lampiran

Daftar Komposisi Bahan Makanan tiap 100 gram
Daftar Komposisi Bahan Makanan tiap 100 gram

 

 

Daftar Komposisi Bahan Makanan tiap 100 gram
Daftar Komposisi Bahan Makanan tiap 100 gram
Ukuran Rumah Tangga
Ukuran Rumah Tangga

 

 

 

 

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.