Artikel ini sudah dibaca 39589 kali!

Medula Spinalis, Batang Otak dan Thalamus

a. Medula Spinalis

Medulla spinalis terletak di canalis vertebralis columna vertebralis dan dibungkus oleh tiga meninges, durameter, arachnoidea mater dan pia mater. Pelindungan dilakukan cairan serebrospinal yang mengelilingi medula spinalis di dalam ruang subarachnoid.
Bagian superior dimulai dari foramen magnum pada tengkorak., tempat bergabungnya dengan medulla oblongata otak. Medula spinalis berakhir di inferior di regio lumbar. Di bawah, medula spinalis menipis menjadi conus medullaris dari ujungnya yang merupakan lanjutan pia mater, yaitu filum terminale yang berjalan ke bawah dan melekat di bagian belakang os coccygea.
Di sepanjang medula spinalis melekat 31 pasang saraf spinal melalui radix anterior atau radix motoria dan radix posterior atau radix sensoria. Masing-masing radix melekat pada medulla spinalis melalui fila radikularia yang membentang di sepanjang segmen-segmen medula spinalis yang sesuai. Masing-masing radix saraf memiliki sebuah ganglion radix posterior, yaitu sel-sel yang membentuk serabut saraf pusat dan tepi.

Struktur Medula Spinalis

Medula spinalis terdiri dari substansi grisea yang dikelilingi oleh substansi alba. Pada potongan melintang, substansi grisea nampak seperti huruf H dengan columna atau kornu anterior dan posterior substansia grisea yang dihubungkan dengan comissura grisea yang tipis. Di dalamnya terdapat canalis centralis yang kecil.

b. Batang Otak

1. Medula Oblongata

Medula oblongata berbentuk konus. Di superior berhubungan dengan pons dan di inferior berhubungan dengan medula spinalis. Bagian kaudal dari medulla oblongata mengandung nucleus cuneatus dan nucleus gracilis. Pada medulla oblongata terdapat inti-inti n. VIII-XII

2. Pons
Pons terletak di permukaaan anterior cerebellum, inferior mesensefalon dan inferior medula oblongata. Pons atau jembatan dinamakan dari banyaknya serabut yang berjalan transversal pada permukaan anteriornya yang menghubungkan kedua hemispherium cerebelli. Pada pons terdapat inti-inti saraf kranial (n.V-VII) dan inti-inti yang mengirimkan axon ke cerebellum melalui pedunculus cerebellaris medius (brachium pontis)
3. Mesenchepalon

Mesencephalon merupakan bagian sempit otak yang menghubungkan prosenchepalon dan rhombencephalon. Rongga sempit di mesencephalon adalah aqueductus cerebri yang menghubungkan ventrikulus tertius dengan ventrikulus quartus. Mesensefalon terdiri dari banyak nuclei dan berkas serabut saraf ascendens dan desendens. Mengandung inti-inti n.III dan IV. Pada substansia grisea terdapat: inti-inti yang merupakan pusat motorik subcortical yaitu: substansia nigra dan nucleus rubra.

c. Dienchepalon

1. Thalamus

Thalamus merupakan bagian dorsal dari diencephalon (80% dari diencephalon).Batas medial: ventrikel ke 3. Batas lateral: crus posterior capsula interna. Batas dorsolateral: sulcus terminalis yang dilalui stria terminalis dan v.terminalis.Permukaan dorsalnya ditutupi oleh otak depan.

Berdasarkan fungsinya inti thalamus dibagi menjadi 3 bagian :
– Specific nuclei, yang memiliki hubungan dengan area spesifik pada cerebrum baik sensorik maupun motorik: LG, MG, VA, VL, dan VP
– Association nuclei, tidak menerima input secara langsung dari traktus asendens tetapi memiliki hubungan dua arah dengan cortex cerebri: LD, LP, P, DM, dan A
– Subcortical nuclei, tidak punya hubungan langsung eferen dan aferen dengan cortex cerebri dan termasuk bagian DM, VA, intralaminar dan thalamic reticular nuclei.

2. Epithalamus
Merupakan bagian paling dorsal dari diencephalon, yang terdiri atas:
a. Corpus pineale (epiphysis)à mensekresikan melatonin
b. Nucleus dan commisura habenularis
c. Commisura posteriorà membawa serabut yang menyilang dari colliculus superior dan pretectum (serabut-serabut reflex visual) dan serabut dari beberapa sumber yang lain.
d. Striae medullaris dan atap ventrikel 3.

3. Hipothalamus

Hypothalamus merupakan bagian inferior dari diencephalon dan mengandung sejumlah inti dari substansia grisea. Membentuk lantai dan dinding ventral ventrikel 3. Dipisahkan dari thalamus oleh sulcus hypothalamus. Terdiri atas 3 regio: regio supraoptic, regio mammilaris dan regio tuberal.

Pembagian Utama Sistem Saraf Tepi

a. Saraf Kranial dan Spinal
Saraf ini terbentuk dari berkas serabut saraf (neurofibra) yang disokong oleh jaringan penunjang.Terdapat 12 pasang saraf kranial yang meninggalkan otak melalui foramen di tengkorak. Terdapat 31 pasang saraf spinal yang meninggalkan medula spinalis melalui foramen intervertebralia di columna vertebralis. Saraf spinal yang dinamakan menurut daerah columna vertebralis yang sesuai: 8 cervicalis, 12 thoracicae, 5 lumbalis, 5 sacralis, dan 1 coccygea.

Masing-masing saraf spinal berhubungan dengan medulla melalui dua buah radix, yaitu radix posterior dan radix anterior. Radix anterior terdiri dari neurofibra yang membawa impuls saraf keluar dari susunan saraf pusat. Serabut saraf ini disebut serabut eferen. Serabut ini juga disebut serabut motorik karena akan menuju otot dan menimbulkan kontraksi otot. Sel-sel asalnya terletak di cornu anterior substansia grisea medula spinalis.
Radix posterior terdiri dari berkas-berkas serabut saraf yang membawa impuls menuju susunan saraf pusat. Karena berfungsi menghantarkan informasi mengenai sensasi raba, nyeri, suhu dan getar, serabut afferen juga disebut serabut sensorik. Badan sel serabut-serabut saraf ini terletak di benjolan pada radix posterior yang disebut ganglion radix posterior.
Radix nervus spinalis berjalan dari medula spinalis ke foramen intervertebralis yang sesuai, kemudian bergabung membentuk nervus spinalis. Di sini serabut-serabut motorik bergabung dengan serabut sensoris.

Pertumbuhan yang tidak seimbang antara columna vertebralis dan medula spinalis selama masa perkembangan menyebabkan radix bertambah panjang secara progresif dari atas ke bawah. Radix nervus lumbalis dan sakralis membentuk tali-tali saraf vertikal di sekitar filum terminale yang kemudian akan membentuk cauda equina.

Setelah keluar dari foramen intervertebrale, masing-masing saraf spinal segera bercabang dua membentuk ramus anterior dan ramus posterior yang mengandung serabut motorik dan sensorik. Ramus posterior akan mempersarafi otot-otot dan kulit punggung sedangkan ramus anterior akan mempersarafi otot-otot dan kulit dinding antero-lateral tubuh, serta seluruh otot-otot dan kulit anggota gerak.
Pada pangkal anggota gerak, rami anteriores bergabung menjadi satu membentuk plexus saraf. Plexus servikalis dan brachialis terdapat di pangkal anggota gerak atas dan plexus lumbalis dan sacralis ditemukan di pangkal angota gerak bawah.

b. Ganglia

1. Ganglia Sensorik

Ganglia ini merupakan benjolan fusimorfis yang terletak di radix posterior pada masing-masing saraf spinal tepat di bagian proksimal pertemuan dengan radix anterior yang sesuai. Ganglia ini disebut ganglia radix posterior. Ganglia serupa juga ditemukan di sepanjang perjalanan nervus cranialis V, VII, VIII, IX dan X yang disebut ganglion sensorik.

2. Ganglia otonom

Ganglia ini biasanya berbentuk iregular yang terletak di sepanjang perjalanan serabut saraf eferen susunan saraf otonom. Ganglia ini ditemukan di rantai simpatis paravertebra di sekitar pangkal arteri-arteri visera besar intraabdomen dan di dekat atau menempel di dinding berbagai organ visera.

Disusun oleh Johny Bayu Fitantra

Daftar Pustaka
Snell RS. Neuroanatomi Klinik : Pendahuluan dan Susunan Saraf Pusat. 5th Ed. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2007. p. 1-16.

Lampiran Gambar
Slide Kuliah Deswaty Furqonita : Dienchepalon dan Batang Otak, Sistem Saraf Perifer, Medula Spinalis, Sistem Saraf Otonom

Bergabunglah bersama Medicinesia untuk dapatkan artikel-artikel terbaru kami!
Tagged on: