Skor TIMI untuk Kasus N-STEMI dan STEMI

Artikel ini sudah dibaca 25826 kali!

Disusun oleh Johny Bayu Fitantra,

Pada saat melakukan diagnosis kasus sindrom koroneri akut, prognosis pasien juga perlu dipertimbangkan. Saat ini, salah satu sistem skoring yang sering digunakan adalah TIMI Score (Thrombolysis in Myocardial Infarction (TIMI). Skor TIMI berbeda antara kasus STEMI (ST-elevation myocardial infarction) dengan kasus NSTEMI (non ST-elevation myocardial infarction).

Pada kasus N-STEMI, sebelumnya kita perlu perhatikan tanda dan gejala berupa: nyeri dada iskemi pada saat istirahat dalam 24 jam terakhir, dengan disertai bukti penyakit jantung koroner (dapat berupa deviasi segmen ST atau peningkatan penanda enzim jantung). Dalam menentukan skor TIMI untuk kasus N-STEMI, informasi yang perlu digali adalah sebagai berikut.

  1. Usia >=65 tahun
  2. 3 atau lebih faktor resiko penyakit jantung koroner
  3. Riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya serta diketahui terdapat stenosis >50%
  4. Penggunaan aspirin dalam 7 hari terakhir
  5. Angina berat dalam 24 jam terakhir
  6. Peningkatan penanda enzim jantung
  7. Deviasi segmen ST >0,5 mm

Masing-masing kriteria mendapatkan 1 poin.

Kaitan Skor TIMI tersebut dengan kematian dalam 2 minggu, resiko kematian akibat infark miokard, terjadinya miokard infark adalah sebagai berikut

  • 0-1 point: 3-5%
  • 2 poin : 3-8%
  • 3 poin: 5-13%
  • 4 poin: 7-20%
  • 5 poin: 12-26%
  • 6-7 poin: 19-41%

Sementara itu, untuk skoring TIMI pada kasus STEMI, kriteria sedikit berbeda, yaitu: (sebelumnya pertimbangkan tanda dan gejala berikut: nyeri dada lebih dari 30 menit, ST elevasi, onset kurang dari 6 jam).

  1. DM, riwayat hipertensi atau riwayat angina (1 poin)
  2. Tekanan darah sistolik kurang dari 100 mmHg (3 poin)
  3. Denyut nadi > 100 BPM (2 poin)
  4. Kelas Killip II-IV (2 poin)
  5. Berat badan kurang dari 67 kg (1 poin)
  6. ST elevasi pada lead anterior atau terdapat LBBB (1 poin)
  7. Waktu onset hingga penatalaksanaan lebih dari 4 jam (1 poin)

ditambah dengan kriteria usia

  1. usia lebih dari atau sama dengan 75 tahun (3 poin)
  2. 65-74 tahun (2 poin)
  3. kurang dari 65 (0 poin)

Skor ini memberikan informasi prediksi kematian dalam 30 hari sesudah terjadi infark miokard sebagai berikut.

  • 0 poin: 0,8%
  • 1 poin: 1,6%
  • 2 poin: 2,2%
  • 3 poin: 4,4%
  • 4 poin: 7,3%
  • 5 poin: 12%
  • 6 poin: 16%
  • 7 poin: 23%
  • 8 poin: 27%
  • 9-14 poin: 36%

Daftar Pustaka:

Antman EM, Cohen M, Bernink PJ. The TIMI risk score for unstable angina/non-ST Elevation MI: A method for prognostication and therapeutic decision making. JAMA. 2000 Aug 16; 284(7):835-42

Morrow DA, Antman EM, Charlesworth A, et. al. TIMI risk score for ST-elevation myocardial infarction: A convenient, bedside, clinical score for risk assessment at presentation: An intravenous nPA for treatment of infarcting myocardium early II trial substudy. Circulation. 2000 oct 24;102(17):2031-7

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.