Artikel ini sudah dibaca 47367 kali!

Penggolongan Antivirus

  1. Penghambat absorpsi/penetrasi virus. Efek sampingnya adalah sakit kepala, pusing dan tidak dapat tidur. Contoh, Amantadin (Symmetrel).
  2. Penghambat sintesis intrasel. Berbagai efek samping obat atau cara pemberian bervariasi. Obat analog purin dan pirimidin yang digunakan secara sistemik dapat mengganggu jaringan muda yang berkembang seperti sumsum tulang, saluran cerna dan gonad.
  3. Penghambat sintesis protein, yaitu metisazon untuk profilaksis cacar. 1

A. HERPES ZOOSTER2

Herpes zooster merupakan penyakit akibat infeksi virus varicella zooster yang menyerang kulit dan mukosa. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer.

Pemeriksaan

Pada pemeriksaan percobaan Tzanck dapat ditemukan sel datia berinti banyak. Virus bisa diisolasi dari lesi herpes,CNS, basuhan tenggokan selama infeksi akut dan reaktivasi tanpa gejala. Isolasi di dalam jaringan kultur akan dilanjutkan dengan tes netralisasi atau pewarnaan immunofluorescence dengan antibodi spesifik. Diagnosis banding untuk penyakit ini adalah herpes simplex. Selain itu, rasa nyeri yang merupakan gejala prodromal lokal sering salah diagnosis dengan penyakit rematik maupun angina pectoris.

Herpes Zooster

Pencegahan

Penularan herpes zooster sukar untuk dicegah karena infeksi menular selama 24-48 jam sebelum ruam muncul. Penderita bisa diisolasi dalam udara dengan sisten udara tersaring. Pekerja kesehatan yang rentan yang telah mengalami pajanan yang dekat dengan varisela tidak boleh merawat penderita resiko tinggi selama masa inkubasi.

Petugas kesehatan harus memakai sarung tangan ketika bekerja dengan cairan tubuh yang berpotensi terinfeksi, mencuci tangan dengan sabun. Kemudian,pasien dengan riwayat herpes genital diharuskan menahan diri dari seksual  saat memiliki gejala prodromal atau luka. Selain itu, Ibu hamil dengan herpes genital aktif harus dilahirkan cesar.Listen

Read phonetically

Profilaksis globulin imun varicella zooster (GIVZ) dianjurkan untuk anak yang terganggu sistem imunnya, wanita hamil, dan bayi baru lahir yang terpajan terhadap varisela ibu.

 

Pengobatan

Terapi sistemik umumnya bersifat simptomatik, untuk nyerinya diberikan analgesik. Apabila terjadi infeksi sekunder, dapat diberikan antibiotik.

Indikasi pemberian antiviral ialah herpes zooster oftalmikus dan pasien dengan defisiensi imunitas mengingat komplikasinya. Obat yang biasa digunakan adalah asklovir dan modifikasinya, misalnya valasiklovir.2,4 Selain itu, antivirus yang bisa untuk herpes zooster adalah Amantidin, Vidarabin, Idoksuridin.1

Asiklovir merupakan derivat guanin dengan spesifitas yang tinggi terhadap herpes simpleks dan zooster. Obat ini dikonversi menjadi aminofosfat oleh timidin kinase dari virus, yang ternyata lebih mudah melakukan fosforilasi timidin kinase sel pejamu yang tidak terinfeksi virus. Jadi obat hanya diaktifkan dalam sel yang terinfeksi oleh virus. Obat itu nantinya akan menghambat DNA polimerase virus dengan derajat yang lebih besar daripada terhadap enzim hospes. 1

Obat yang lebih baru ialah famsiklovir dan pensiklovir yang memiliki paruh eliminasi lebih lama sehingga cukup diberikan 3x250mg sehari. Obat-obatan tersebut diberikan tiga hari sejak lesi pertama kali muncul.

Dosis asiklovir yang dianjurkan adalah 5×800 mg sehari dan biasanya diberikan 7 hari. Valasiklovir cukup 3x1000mg sehari karena konsentrasi dalam plasma lebih tinggi. Jika lesi tetap timbul, obat-obatan masih dapat diteruskan dan dihentikan sesudah 2 hari sejak lesi baru tidak timbul lagi.

Menurut FDA, obat untuk nyeri neuropatik pada neuropati perifer diabetik dan neuroplagia pasca herpetik adalah pregabalin. Dosis awalnya adalah 2x75mg sehari, setelah 3-7hari dapat dinaikan jadi 2x150mg sehari jika respon dianggap kurang. Dosis maksimum adalah 600mg sehari. Efek samping ringan berupa dizziness dan somnolen yang akan menghilang sendiri.2

Obat lain yang dapat digunakan adalah antidepresi trisiklik (misalnya nortriptilin dan amitriptilin)yang menghilangkan nyeri pada 44-67% kasus. Efek sampingnya antara lain gangguan jantung, sedasi, dan hipotensi. Dosis awal amitriptilin adalah 75mg sehari kemudian ditinggikan sampai timbul efek terapeutik, bisa sampai 150-300mg sehari. Dosis notriptilin ialah 50-150mg sehari.

Indikasi pemberian kortikosteroid adalah pada syndrom Ramsay Hunt. Pemberian sedini mungkin untuk mencegah terjadinya paralisis. Prednison merupakan obat yang sering diberikan dengan dosis 3x20mg sehari. Setelah seminggu, dosis diturunkan secara bertahap. Dikatakan bahwa kegunaannya untuk mencegah fibrosis.

Pengobatan topikal diberikan sesuai stadiumnya. Jika masih stadium vesikel, diberikan bedak untuk mencegah pecahnya vesikel agar tidak terjadi infeksi sekunder. Bila erosif, diberikan kompres terbuka. Kalau terjadi ulserasi, dapat diberikan salap antibiotik.

B. VARISELA

Merupakan infeksi akut primer oleh virus varisela zooster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh.

Pemeriksaan

Pemeriksaan laboratorium untuk varisela tidak begitu diperlukan karena secara klinis sudah nampak5. Sebagian besar anak dengan varicella telah leukopenia dalam 3 hari pertama, diikuti dengan leukositosis. Leukositosis mungkin menandakan adanya infeksi bakteri sekunder tetapi bukan merupakan suatu pasti.

Diagnosis dapat juga dilakukan dengan percobaan Tzanck dengan membuat sediaan apus yang diwarnai dengan Giemsa. Bahan

diambil dari kerokan dasar vesikel dan akan didapati sel datia berinti banyak. Percobaan ini belum bisa membedakan virus varicella

zooster dengan herpes simpleks virus. Untuk membedakan kedua virus itu, biasanya digunakan Direct Fluorescent Assay (DFA).

Kemudian, jika dilakukan biopsi kulit, tampak vesikel intraepidermal dengan degenerasi sel epidermal dan acantholysis. Pada dermis atas dijumpai lymphocytic infiltrate6.

Uji serologi bisa digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi masa lalu untuk menilai status kerentanan pasien. Ini akan membantu menentukan pencegahan yang diperlukan untuk remaja dewasa atau yang telah terekspos varicella. Secara komersial, tes latex agglutination (LA) dan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA)cukup sensitif. PCR juga dapat digunakan. 5

Varisela harus dibedakan dengan variola, penyakit ini lebih berat, memberi gambaran monomorf dan penyebarannya dimulai dari bagian akral tubuh, yakni telapak tangan dan telapak kaki. Selain itu, diagnosis banding untuk penyakit ini adalah dermatitis kontak, Enteroviral Infections, Herpes Simplex Virus Infection, Impetigo dan Urtikaria. Anak-anak dengan suhu tinggi dan tanda-tanda pernafasan harus mendapatkan radiografi dada untuk mengkonfirmasi ada tidaknya pneumonia.

Pencegahan

Vaksin varisela dapat diberikan untuk mencegah penyakit ini. Diberikan pada yang berumur 12 bulan atau lebih. Lama proteksi belum pasti, tapi vaksin ulangan dapat diberikan setelah 4-6tahun. Pemberian dilakukan secara subkutan, 0.5ml pada anak berusia 12bulan sampai 12tahun. Untuk usia di atas 12 tahun juga diberikan 0.5ml, tapi setelah 4-8minggu diulangi dengan dosis yang sama.

Bila terpajannya masih kurang dari 3 hari, perlindungan vaksin masih dapat terjadi. Sedangkan antibodi yang cukup sudah timbul antara 3-6 hari setelah vaksinasi.

Pengobatan

Pengobatan bersifat simptomatik dengan antipiretik dan analgesik, untuk menghilangkan rasa gatal dapat diberikan sedativa.2 Lokal diberikan bedak ditambah dengan antigatal (mentol, kamfora) untuk mencegah pecahnya vesikel. Jika terjadi infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berupa salap atau oral. Hindari menggaruk untuk mencegah luka. Pada anak, kuku mestinya dipangkas atau bisa juga dengan menggunakan sarung tangan saat tidur untuk mengurangi garukan.

Antivirus7

Anak-anak yang immunocompromised, orang berisiko penyakit parah, dan memiliki penyakit parah, memerlukan perawatan khusus.Dapat pula diberikan obat-obatan antivirus seperti pada herpes zooster. Acyclovir merupakan obat pilihan. Obat lain misalnya famciclovir (tidak disetujui untuk anak-anak) dan foskarnet.VZIG (varicella zooster immunoglobuline) dapat mencegah atau meringankan varisela, diberikan intramuskular dalam 4 hari setelah terpajan.

Penelitian pada hewan menunjukan adanya resiko untuk fetus pada pemberian acyklovir (Zovirax) sehingga sebaiknya tidak diberikan pada wanita hamil. Tidak boleh juga diberikan pada penderita gagal ginjal atau saat menggunakan obat nefrotoxic. Obat ini juga menyebabkan malaise, gangguan gastrointestinal, dan ruam. Bioavailabilitas buruk, sehingga pemberian IV sangat penting pada varisela yang parah dan pasien yang immunocompromised.

Beberapa anak dengan varicella berkurang nafsu makan sehingga harus didorong untuk mengkonsumsi cairan yang cukup untuk mempertahankan hidrasi.Hidrasi yang memadai penting jika anak menerima asiklovir karena obat tersebut dapat mengkristal di tubulus ginjal jika diberikan kepada individu yang dehidrasi.

Antipiretik

Agen ini menghambat pusat sintesis dan pelepasan prostaglandin yang memediasi endogeneous pirogen di hipotalamus, sehingga menormalkan kembali suhu. Demam biasanya rendah tetapi mungkin meningkat. Acetaminophen mungkin adalah obat paling aman untuk digunakan untuk tujuan ini. Selain itu, juga bisa diberikan Ibuprofen (Motrin dan Ibuprin). Obat ini menghambat sintesis prostaglandin, serta bersikap seperti

Hepatotoksisitas mungkin terjadi pada orang dengan alkoholisme kronis berikut berbagai tingkat dosis; sakit parah atau berulang atau demam tinggi atau demam lanjutan mungkin menunjukkan penyakit yang serius.  Mungkin juga terdapat dosis acetaminophen kumulatif melebihi dosis maksimum yang disarankan.

Antihistamin

Agen-agen ini tersebut dapat mengontrol pruritus dengan menghalangi efek pelepasan histamin endogen. Pruritus mungkin parah pada varicella, mencegah tidur dan mungkin menyebabkan infeksi jaringan parut atau sekunder. Listen

Read phonetically

C. VARIOLA2

Variola atau yang sering disebut cacar atau small pox merupakan penyakit virus yang disertai keadaan umum yang buruk, dapat menyebabkan kematian. Efloresensinya bersifat monomorf terutama terdapat di perifer tubuh.

Pemeriksaan

Pembantu diagnosis terdiri atas inokulasi pada korioalantoik, pemeriksaan virus dengan mikroskop elektron dan deteksi antigen virus pada agar sel. Pemeriksaan histopatologik dan serologik juga dapat dilakukan.

Pencegahan

Vaksinasi dengan metode multiple puncture merupakan teknik yang dianggap terbaik.NHMRC menganjurkan satu dosis tunggal vaksin variola diberikan kepada semua anak yang berumur 18 bulan kecuali yang sudah pernah terkena cacar air.8 Pada waktu pemberian vaksin, tempat tersebut tidak perlu diberikan alkohol, cukup dengan eter atau aseton. Vaksinasi tidak boleh diberikan jika atopi, penderita sedang mendapatkan kortikosteroid dan defisiensi imunologik.

Pengobatan

Pasien harus dikarantina. Pengobatan secara sistemik bisa dilakukan dengan pemberian obat antiviral seperti isoprinosin dan interferon, bisa juga dengan globulin gama. Kecuali itu, diberikan juga obat yang bersifat simptomatik, misalnya analgetik/antipiretik. Harus diperhatikan juga kemungkinan munculnya infeksi sekunder maupun infeksi nosokomial, serta cairan tubuh dan elektrolit. Jika masih ada lesi di mulut, diberikan makanan lunak. Pengobatan topikal bersifat penunjang, misalnya kompres dengan antiseptik atau salap antibiotik.2

 

Daftar Pustaka

1Agoes A. Dalam Kumpulan Kuliah Farmakologi: Antivirus. 2nd ed. Jakarta: Penerbit EGC, 2004. P. 272-5.

2Handoko RP. Dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin: Penyakit Virus. 5th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2001. p. 110-9.

3Behrman, Kliegman, Arvin. Ilmu Kesehatan Anak: Penyakit Infeksi. 15th ed. Jakarta: Penerbit EGC, 1996. p. 1100.

4Graham R, Burns BT. Lecture Notes Dermatology: Infeksi Virus. 8th ed. Jakarta: Erlangga, 2005. p..31.

5Mehta PN. Varicella: Diferential Diagnoses&Workup. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/969773-diagnosis. Diakses 9 November 2010.

6Lubis RD. Varisela dan Herpes Zooster. Repository Universitas Sumatra Utara. Diunduh dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3425/1/08E00895.pdf. Diakses 11 November 2010.

7Mehta PN. Varicella: Treatment & Medication. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/969773-treatment. Diakses 9 November 2010.

8NSW Goverment. Diunduh dari http://www.health.nsw.gov.au/resources/publichealth/immunisation/varicella/vari_immunisation_consent_ind.pdf. Diakses 11 November 2010.

 

Bergabunglah bersama Medicinesia untuk dapatkan artikel-artikel terbaru kami!
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Dapatkan

diskon 15%

saat belanja di zalora.co.id

dengan kode voucher:

ZBAPimR