Glaukoma

Artikel ini sudah dibaca 39246 kali!

GLAUKOMA

Glaukoma merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan intraocular disertai dengan pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah. 1

Peningkatan tekanan intraokuler ini dapat terjadi karena adanya gangguan aliran aqueous humor yang disebabkan kelainan sistem drainase sudut kamera anterior (glaucoma sudut terbuka) atau gangguan akses aqueous humor ke sistem drainase (glaucoma sudut tertutup). 1

Glaukoma berbeda dengan hipertensi okular. Glaukoma lebih terkait dengan kerusakan pada nervus optikus dan atau fungsi penglihatan. Sementara hipertensi occular mengacu pada peningkatan tekanan yang tidak merusak saraf maupun penglihatan. Sebagian dapat berkembang menjadi glaukoma, sebagian besar tidak. Glaukoma tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah 2

Faktor resiko terjadinya glaukoma adalah sebagai berikut.2

  • Usia di atas 50 tahun
  • Berkerabat dengan penderita glaukoma
  • Suku afrika
  • Pandangan dekat
  • Punya tekanan bola mata yang tunggi dan berfluktuasi sesuai dengan tekanan mata.
  • Punya kornea yang tipis
  • Memiki perdarahan diskus
  • Mempunya diskus yang tidak simestri

Secara garis besar, glaukoma dapat dibedakan menjadi:

a. Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma jenis ini merupakan yang paling umum terjadi. Glaukoma diperkirakan berkembang ketika sistem drainase mata menjadi tidak efisien dari waktu ke waktu. Akibatnya terjadi peningkatan dan penumpukan jumlah cairan secara bertahap yang akan meningkatkan tekanan di dalam mata. Teori lain yang dianggap menjadi penyebab kerusakan saraf optik di antaranya adalah perfusi buruk. Kerusakan pada saraf optik lambat dan tanpa rasa sakit. Sebagian besar penglihatan bisa hilang sebelum penderita sadar.

b. Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma jenis ini tidak terlalu umum terjadi. Namun, merupakan keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dalam satu hari sejak onset.

Gejala-gejala yang muncul di antaranya adalah penglihatan yang kabur, muncul lingkaran berwarna pelangi di sekeliling cahaya terang, nyeri mata dan kepala yang hebat, mual muntah dan hilangnya penglihatan secara mendadak.  3

Glaukoma ini terjadi ketika sudut drainase di mata (dibentuk oleh kornea dan iris) menutup atau tersumbat. Penderita yang mengalami glaukoma jenis ini seringkali memang memiliki sudut drainase sangat sempit. Seiring dengan usia, lensa mata menjadi lebih besar, mendorong iris ke depan dan mempersempit ruang antara iris dan kornea. Akibatnya, terjadi hambatan aliran aqueous humor menuju kanal schlem.

Glaukoma sudut tertutup dapat menjadi kronis atau akut. Bentuk akut terjadi ketika iris benar-benar menghambat drainase cairan aqueous. Pada orang dengan sudut drainase sempit, jika pupil membesar, sudut mungkin akan menutup dan menyebabkan peningkatan mendadak tekanan mata. Meskipun serangan akut sering mempengaruhi hanya satu mata, mata yang lain mungkin terkena juga.

c. Glaukoma Sekunder

Jenis glaukoma ini terjadi sebagai akibat dari cedera atau penyakit mata lainnya pada termasuk kondisi medis, obat, luka fisik, dan kelainan mata. Meskipun jarang, operasi mata dapat juga dikaitkan dengan glaukoma sekunder.

d.Glaukoma tekanan normal

Tekanan bola mata tetap dalam kategori normal, tetapi saraf optik  tetap rusak. Penyebab hal tersebut terjadi belum begitu diketahui. Kemungkinan bahwa orang dengan glaukoma tekanan rendah memiliki  abnormalitas saraf optik  atau suplai darah ke saraf optik disebabkan oleh kondisi seperti aterosklerosis. 4

Fisiologi aqueous humor dan Patofisiologi Glaukoma

Tekanan intraokuler ditentukan oleh kecepatan pembentukan dan tahanan terhadap aliran keluarnya akueous humor dari mata.

Aqueous humor merupakan cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata. Volume normal sekitar 250uL dan kecepatan pembentukannya adalah 1,5-2 uL/menit. Tekanan osmotknya sedikit lebih tinggi daripada plasma. Komposisinya serupa dengan plasma dengan konstentrasi askorbat, piruvat dan laktat yang lebih tinggi sedangkan protein, urea dan glukosa yang lebih rendah.

Cairan ini dihasilkan oleh korpus siliaris. Setelah masuk ke kamera posterior, cairan ini mengalir ke kamera anterior melalui pupil lalu ke jalinan trabekular di sudut kamera anterior. Pada saat itu, terjadi pertukaran diferensial komponen-komponen dengan darah dan iris.

Jalinan trabekula terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastic yang dibungkus oleh sel-sel trabekular yang membentuk suatu jaringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis Schlemm. Kontraksi otot siliaris melalui insersinya ke dalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase juga meningkat.

Aliran aqueous humor ke dalam kanalis Schlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transelular siklik di lapisan endotel . Dari kanal schlem, cairan dialirkan ke dalam sistem vena. Sejumlah kecil aqueous humor keluar dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sclera.

Resistensi utama terhadap aliran keluar aqueous humor dari kamera anterioradalah lapisan endotel saluran Schlemm dan bagian-bagian jalinan trabekular di dekatnya, bukan dari sistem pengumpul vena. Tetapi tekanan di jaringan vena episklera menentukan besar minimum tekanan intraocular.1

Aliran aqueous humor

Patofisiologi Glaukoma

Tekanan mata normal adalah antara 12 sampai 21 mmHg dengan rata-rata adalah 15,5 mmHg. Tekanan di atas 21 dianggap tidak normal.2 Pada glaukoma yang kronis, tekanan intraokuler naik dengan derajat sedang sekitar 22-40 mmHg sementara pada glaukoma akut, bisa lebih dari 40 mmHg. 5Meskipun begitu, kerusakan dapat terjadi pada tekanan yang bervariasi antar individu. 2. Namun, yang sangat penting diketahui bahwa tanpa penatalaksanaan yang adekuat, dalam 12 sampai 24 jam, dapat terjadi kebutaan permanen setelah 2 sampai 5 hari. 5

Efek peningkatan tekanan intraocular ditemukan pada semua bentuk glaucoma yang manifestasinya dipengaruhi perjalanan waktu dan besar peningkatan tekanan intraokuler. 1

Penurunan penglihatan pada glaukoma terutama disebabkan atrofi sel ganglion difus yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Diskus optikus menjadi atrofik, disertai pembesaran cekungan optikus. Iris dan korpus siliare juga menjadi atrofik dan prosessus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin.

Pada glaucoma sudut tertutup akut, tekanan intraokuler dapat mencapai 60-80 mmHg sehingga terjadi kerusakan iskemik pada iris yang disertai edema kornea. 1

Pemeriksaan6

Glaukoma terdeteksi melalui pemeriksaan mata yang komprehensif  meliputi:

  • Tes ketajaman visual. Tes ini penting untuk mengetahui ketajaman penglihatan pada berbagai jarak.
  • Uji lapangan visual. Tes ini berrguna untuk mengukur lapang pandang perifer atau ke sampimg. Pada penderita glaukoma,penglihatan tepi sudah mulai hilang.
  • Pemeriksaan dengan pendilatasian mata. Dalam pemeriksaan ini, diteteskan obat untuk mendilatasikan pupil. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan retina dan saraf optik untuk tanda-tanda kerusakan. Setelah ujian, pandangan close up  dapat tetap kabur selama beberapa jam.
  • Tonometry adalah pengukuran tekanan di dalam mata dengan menggunakan alat yang disebut tonometer. Biasanya dilakukan pemberian anestesi untuk melakukan pemeriksaan ini. Sebuah tonometer mengukur tekanan di dalam mata untuk mendeteksi glaukoma.
  • Pachymetry adalah pengukuran ketebalan kornea Anda. Pada pemeriksaan ini dilakukan pemberian anestesi untuk kemudian menggunakan instrumen gelombang ultrasonik untuk mengukur ketebalan kornea.

Tatalaksana

Pengobatan untuk kejadian ini ditujukan untuk menurunkan tekanan intraokuler dan apabila mungkin, memperbaiki patogenesis yang mendasarinya. Penurunan pembentukan akueous humor merupakan metode untuk menurunkan tekanan intraocular pada semua bentuk glaucoma. Tindakan bedah dapat dilakukan jika pemberian obat tidak memberikan hasil. Pada glaucoma sudut terbuka, tindakan yang dilakukan adalah untuk mempermudah aliran akueous humor melalui jalinan trabekula. Untuk glaucoma sudut tertutup, dilakukan perbaikan akses aqueous humor menuju sudut kamera anterior apabila terdapat unsur penutupan sudut yang reversible. Contohnya adalah iridotomi laser perifer apabila penyebabnya adalah sumbatan pupil. 1

Perlu tidaknya tindakan terapi segera diberikan dan efektivitasnya dinilai dengan melakukan pengukuran tekanan intraocular, inspeksidiskus optikus, dan pengukuran lapangan pandang secara teratur.

Daftar Pustaka

1                   Vaughan DG, Asbury T, Riordan-Eva P. Oftamologi Umum: Glaukoma. 14thed. Jakarta: Widya Medika; 2000. P. 220-39.

2                   Trope GE. Glaucoma: a Patient’s Guide to The Disease. 4thed. Canada: UTP Publishing; 2004. P. 5-6, 11

3                   Fazio D. Glaucoma Signs and Symptoms. Diunduh dari http://www.glaucoma.org/gleams/what-are-the-symptoms-of-glaucoma.php. Diakses 24 Februari 2012.

4                   American Optometric Asssociation. Glaucoma, Diunduh dari http://www.aoa.org/Glaucoma.xml. Diakses 23 Februari 2012.

5                   Murray MT. Izzorno J, Pizzorno L. The Condensed Encyclopedia of Healing Foods. Glaukoma. New York: Atria Books; 2005.

6                   National Eye Institute. Facts About Glaucoma. Diunduh dari http://www.nei.nih.gov/health/glaucoma/glaucoma_facts.asp. Diakses 23 Februari 2012.

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.