Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Artikel ini sudah dibaca 6313 kali!

Oleh Arum Laksmita Dewi

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu penyakit infeksi yang sering ditemukan dalam praktik umum. ISK adalah istilah umum untuk menunjukkan keberadaan mikroorganisme dalam urin. Mikroorganisme yang paling sering menyebabkan ISK adalah Escherichia coli (80 – 90%), sedangkan mikroorganisme lain yang sering ditemukan seperti Proteus sp, Pseudomonas sp, Staphylococcus sp, Streptococcus sp, Klebsiella sp, Chlamydia sp dan Candida sp.

ISK dapat menyerang pasien dari segala usia mulai dari bayi baru lahir hingga pada orang tua. Pada umumnya wanita lebih sering mengalami ISK dari pria, hal ini karena urethra pada wanita lebih pendek daripada urethra pada pria sehingga lebih mudah untuk memungkinkan terjadinya infeksi. Namun pada neonatus, ISK lebih banyak terdapat pada bayi laki – laki yang tidak menjalanni sirkumsisi daripada bayi perempuan. Insiden ISK kemudian meningkat pada usia remaja anak perempuan selama periode aktif secara seksual. Bakteriuria asimtomatik pada wanita usia 18 – 40 tahun adalah 5 – 6% dan angka itu meningkat menjadi 20% pada wanita dengan usia lanjut.1 Faktor predisposisi lain terjadinya ISK adalah litiasis, obstruksi saluran kemih, penyakit ginjal polikistik, nekrosis papilar, DM pasca transplantasi ginjal, Nefropati analgesik, penyakit Sickle-cell, senggama, pasca melahirkan dan katerisasi.2

Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih

  1. Infeksi Saluran Kemih Bawah

Pada perempuan, manifestasi infeksi saluran kemih bawah antara lain adalah sistitis dan sindrom urethra akut. Sistitis adalah presentasi klinis infeksi kandung kemih disertai bakteriuria bermakna (pertumbuhan mikroorganisme murni lebih dari 105 colony forming units (cfu/ml) pada biakan urin. Sementara itu, Sindrom Urethra Akut (SUA) adalah presentasi klinis sistitis tanpa ditemukan mikroorganisme (steril) yang sering dinamakan sistitis abakterialis.

Pada laki – laki, presentasi klinis ISK bawah pada laki laki adalah sistitis, prostatitis, epidimidis, dan urethritis.

  1. Infeksi Saluran Kemih Atas

Infeksi pada saluran kemih atas merupakan suatu infeksi yang terjadi pada ginjal sehingga terjadi pielonefritis. Pielonefritis dapat terjadi secara akut dalam bentuk pielonefritis akut (PNA) maupun pielonefritis kronis (PNK). PNA adalah proses inflamasi parenkim ginjal yang disebabkan infeksi bakteri. Sementara itu, PNK merupakan akibat lanjut dari infeksi bakteri berkepanjangan atau infeksi sejak masa kecil.2

Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui cara ascending, hematogen, limfogen, dan langsung dari organ sekitarnya yang sebelumnya telah terinfeksi. Namun sebagian besar mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui cara ascending. Pada proses terjadinya ISK melalui cara ascending ini diawali dengan masuk dan berkolonisasinya mikroorganisme ke dalam urethra yang kemudian masuk ke vesica urinaria. Setelah itu, terjadi penempelan mikroorganisme pada epitel di dinding vesica urinaria. Dan pada akhirnya nanti kuman dapat masuk ke ginjal melalui ureter.1

Presentasi klinis ISK sangat bervariasi mulai dari tanpa gejala hingga menunjukkan gejala yang berat akibat kerusakan pada organ lain. Presentasi Klinis ISK pada Pielonefritis akut seperti panas tinggi (39,5 – 40,5oC) disertai menggigil, dan sakit pinggang. Sedangkan pada sistitis mengalami sakit suprapubik, nokturia, dysuria, polakisuria, dan stranguria. Lain halnya dengan Sindrom Urethra Akut yang hanya menimbulkan sedikit manifestasi klinis (dysuria dan sering kencing).2

Pemeriksaan Urine merupakan salah satu pemeriksaan yang sangat penting pada infeksi saluran kemih. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan urinalisis dan pemeriksaan kultur urine. Pada urinalisis dicari kemungkinan adanya sel leukosit, eritrosit ataupun bakteria. Pemeriksaan kultur urine dimaksudkan untuk menentukan keberadaan mikroorganisme, jenis kuman, dan sekaligus menentukan antibiotika yang cocok untuk membunuh mikroorganisme tersebut. Leukosit dapat diperiksa dengan dipstick maupun secara mikroskopik. Urine dikatakan mengandung leukosit atau piuria jika secara mikroskopik didapatkan > 10 leukosit per mm3 atau terdapat > 5 leukosit per lapang pandang besar.1

Manajemen ISK

Infeksi Saluran Kemih Bawah

Prinsip manajemen ISK bawah meliputi intake cairan yang banyak, antibiotika yang adekuat, dan kalau perlu terapi simptomatik untuk alkalinisasi urin:

  • Hampir 80% pasien akan memberikan respon setelah 48 jam dengan antibiotika tunggal; seperti ampisilin 3 gr, trimethoprim 200 mg.
  • Bila infeksi menetap disertai kelainan urinalisis (lekosuria) diperlukan terapi konvensional selama 5 – 10 hari.
  • Pemerikasaan mikroskopik urin dan biakan urin tidak diperlukan bila semua gejala hilang dan tanpa lekosuria.

Reinfeksi berulang yang sering (frequent re-Infection)

  • Disertai faktor predisposisi: Terapi antimikroba yang intensif diikuti koreksi faktor risiko.
  • Tanpa disertai faktor predisposisi:
    • Asupan cairan banyak.
    • Cuci tangan setelah melakukan senggama diikuti terapi antimikroba takaran tunggal (missal trimethoprim 200 mg).
    • Terapi antimikroba jangka lama sampai 6 bulan.

Sindrom Urethra Akut (SUA)

Pasien SUA dengan hitung kuman 103 – 105 memerlukan antibiotika yang adekuat. Infeksi Chlamydia sp memberikan hasil yang baik dengan tetrasiklin. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme anaerobic diperlukan antimikroba yang serasi, misal golongan kuinolon.

Infeksi Saluran Kemih Atas

Pielonefritis Akut

  • Pada umumnya pasien dengan pielonefritis akut memerlukan rawat inap untuk memelihara status hidrasi dan terapi antibiotika parenteral paling sedikit 48 jam.
  • The Infectious Disease Society of America menganjurkan satu dari tiga alternatif terapi antibiotik IV sebagai terapi awal selama 48 – 72 jamsebelum diketahui mikroorganisme sebagai penyebabnya:
  1. Flourokuinolon
  2. Amiglikosida dengan atau tanpa ampisilin
  3. Sefalosporin dengan spectrum luas dengan atau tanpa aminoglikosida.2

 Referensi :

1. Purnomo, Basuki B. 2011. Dasar – dasar Urologi. Jakarta: CV Sagung Seto.

 

2. Sudoyo, Aru W dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Interna Publishing.

Medicinesia

Sebuah website yang didedikasikan untuk mahasiswa kedokteran maupun ilmu kesehatannya lainnya di Indonesia.